Informasi IKA


Lain-lain





Perjalanan Karier Dr. Agus Rusyana Hoetman


Assalamualaikum wr. wb,…………

Nama saya Agus Rusyana Hoetman, ingin ikut nimbrung berkontribusi menyumbangkan cerita, mudah-mudahan bermanfaat.

Saya alumni fisika angkatan tahun 1975, selesai tahun 1980/81. Pertama bekerja dari mulai sedang kuliah sebagai asisten dosen dan guru SMA, maklum kiriman dana dari orang tua kurang mencukupi, kemudian setelah lulus pernah bekerja di Geologi maritim, kemudian di Telkom mendalami fiber optic dan akhirnya di BPPT menangani kegiatan energi, terutama energi baru dan terbarukan diajak pak Abubakar Lubis. Setelah bekerja 2 tahun menggeluti Energi baru dan terbarukan, temasuk Teknologi Nuklir, saya mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di Salford University, Manchester, UK. Ditingkat ini saya mendalami bidang Energy Engineering, di departemen Mechanical engineering, khususnya mendalami thermodynamika, kemudian pada departemen yang sama saya menyelesaikan program Doktoral dan lulus tahun 1990. Hal yang lucu terjadi ketika mereka (penguji saringan masuk s2 di universitas) melihat kurikulum/ traskrip mata kuliah S1 di fisika UNPAD, yang begitu banyak, sampai mereka bertanya berapa lama saya menyelesaikan S1. Diprogram s2 dan s3, saya berpindah dari fisika ke teknik Mesin, alhamdulillah dengan cepat beradaptasi.


Supaya alurnya ikut para senior, saya ingin sharing pengalaman pekerjaan yang pernah dilakukan. Mulai tahun 82 melakukan design engineering Ocean thermal energy conversion (OTEC) di Belanda dengan perusahaaan Beton Group dan tuntas pada tahun 84, tapi sayang yg semula rencananya di bangun di Bali gagal karena hubungan diplomatik dg Belanda putus tahun itu. Program lain yang pernah dilakukan pada perioda tersebut adalah mendisain dan menguji solar thermal, baik untuk solar kolektor untuk pemanas air, maupun solar water pump.

Pada perioda 1985 sampai dengan 1990 melakukan riset dan pengembangan mesin pembangkit listrik siklus Rankine memanfaatkan panas matahari. Dalam program ini disimulasikan pemanas air menggunakan solar kolektor vacum dan turbinnya didisain memakai expander. Keunggulan program ini, disain dan manufakturingnya simpel, memakai bahan dalam negeri hasilnya cukup efisien.

Selanjutnya pada perioda 1990 hingga 1992, bekerjasama dengan TUV dan Universitas Stutgard German melakukan kegiatan study bersama mendalami “solar heat storage” .


Program lain dibidang management teknologi adalah merancang techno park yang di danai oleh Word Bank. Kegiatan ini tahap pertama melakukan study banding ke German, Jepang, Inggeris dan Amerika. Yang kemudian diterapkan di Indonesia sebagai taman teknologi untuk mendukung pngembangan industri nasional.

Pada tahun 1992 berinisyatif membangun kelompok Penyiapan industri Energi, yang kemudian di tugaskan oleh Pak Habibie untuk melanjutkan aktivitas sebagai “Engineering Center” di BPIS (Badan Pengelola Industri Strategis) untuk membantu “Industri Strategis” (seperti PT PAL, PT BBI, Barata, Pindad dan LEN) dalam hal Detil Design Engineering pembangkit listrik produk Nasional. Pada program ini bekerja sama dengan SIEMENS, Sobelco SA dan Industri trategis Indonesia. Tapi sayang setelah beberapa waktu BPIS dibubarkan oleh pemerintah setelah Pak Habibie tidak lagi jadi presiden. Kemudian engineering center dipindahkan ke BPPT untuk menangani pekerjaan Detil Design engineering AP 600 Westinghouse, khusus untuk bagian Turbine island nya dan Balance of Plan nya (BOP), mulai menata plant layout, P&ID, stress analisys sampai Modularisasi. saya ditunjuk sebagai Project Managernya.

Selain program pengembangan Teknologi kami pun bekerja sama dengan Batelle-Amerika melaksanakan Twinning Technology Business Development Program, serta Privatization & commercialization program bekereja sama dengan Crown agent UK. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan dan megembangkan program bisnis dan komersilisasi nya.

Tidak disangka pada tahun 1997 saya dianugrahi penghargaan dari presiden RI atas kerja keras dibidang pengembangan energi berupa “Karya Satya Lancana Pembangunan Kepres. RI No. 091-TK/Th. 1997” setelah itu pada tahun 2003, Kepala BPPT memberikan penghargaan sebagai “Peneliti /Perekayasa Pilihan/Terbaik BPPT “

Sebelum usai pekerjaan AP600, pada tahun 2000 ditugaskan memimpin Unit Pelaksana Teknis Laboratorium sumber Daya Energi dan Balai Besar Teknologi BPPT, hingga tahun 2005, paada perioda tsb mengerjakan diantaranya riset dan pengembangan energi surya pV dan solar thermal, biomass, biodiesel, bio ethanol, hybrida PV-anggin dan diesel dll yang berupa energi baru terbarukan.

Pada tahun 2006 ditugaskan menjadi assisten Deputy bidang Perkembangan Rekayasa, Kementerian Ristek, dimana tugasnya memonitor dan mendorong kegiatan perekayasaan terutama yang menyangkut dengan industi energi. Pada waktu itu banyak melakukan bimbingan kepada industri energi, melakukan design dan konstruksi/pembangunan proyek energi atas disain sendiri atau dengan kata lain disain “Merah putih”. Diantaranya pembangunan pabrik biodisel, bioethanol, pembangkit listrik hybrida PV-bayu-diesel.

Pada tahun 2010 banyak melakukan kajian kebijakan dibidang energi dan material, Sebagai Staf Ahli Menteri negara Riset dan Teknologi Bidang Energi dan Material Maju. Hasil kajian kebijakan energi dan material diperuntukan guna dipakai oleh menteri ristek untuk mengarahkan khususnya badan-badan dibawah naungannya dan umumnya untuk kebijakan nasional. Selain kegiatan kajian kebijakan sebagai staf ahli menteri, juga ditugaskan menjadi Anggota Dewan Energi Nasional, sebagai perwakilan dari kementerian Ristek , yang turut berkiprah merumuskan kebijakan energi nasional. Banyak hal kendala yang harus dipecahkan maupun terobosan yang harus dilakukan. Khususnya dalam menata kebijakan energi untuk mencapai jaminan ketersediaan energi nasional yang ramah lingkungan.


Selanjutnya pada tahun 2013 atas dasar keputusan presiden no 39 M tahun 2013, ditugaskan mejadi Deputi Menteri Ristek, bidang Jaringan IPTEK. Dalam hal ini mengelola dan mengembangkan jaringan kerjasama dibidang iptek secara nasional maupun internasional.

Kemudian pada tahun 2016 hingga kini, ditugaskan menjadi Senior Advisor bidang energi untuk BPPT.

Demikian sekilas cerita yang bisa di “sharing”kan, semoga bermanfaat. Mohon maaf seandainya ada kata-kata yang tidak berkenan.

Bilahi taufik wal hidayah, wassalam mualaikum wr. Wb.